PEMBELAJARAN
SENI RUPA DAN KETRAMPILAN SD
Dosen
Pembimbing : Drs. Edy Siswanto, M. Pd.
OLEH :
ANI ANDHINI
NPM 10.141.192
PGSD 4E
PENDIDIKAN GURU
SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU
PENDIDIKAN
IKIP PGRI
MADIUN
2012
Menggambar bentuk adalah kegiatan menggambar dengan
meniru kemiripan bentuk benda model yang disimpan di depan penggambar. Bagi
anak SD kemiripan tidak selalu harus seperti memotret, tetapi yang penting
adalah bagaimana anak-anak bisa mengekspresikan ide/gagasan tentang bentuk
benda yang diamatinya itu. Bahan dan alat yang diperlukan: kertas gambar,
benda/model yang akan digambar, pinsil hitam/pinsil warna/ballpoint/spidol.
Prosedur pengerjaan:
Bahan yang
diperlukan sama seperti inkblot, tambahannya adalah sebuah sedotan minuman.
Proses pengerjaannya:
Bahan
yang diperlukan pada kegiatan ini hampir sama dengan kegiatan tarikan benang.
Malahan benangnya sendiri pada inkblot tidak diperlukan. Prosedur
pengerjaannya:
Keterampilan anyam merupakan kerajinan yang sudah lama
berkembang dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan kerajian ini pada awalnya
memiliki bentuk sederhana sebagai karya seni untuk memenuhi kebutuhan praktis
sehari-hari, perkembangan berikutnya kemudian menjadi benda-benda sebagai
hiasan. Jenis kegiatan anyam ini beraneka ragam baik dari segi bahan, maupun
jenis motif anyaman yang digunakan bentuk benda yang dihasilkan. Bahan-bahan
yang sering digunakan orang untuk kerajinan anyam berasal dari bahan baku alam
seperti: bambu, rotan, mendong, pandan…..maupun bahan buatan (sintetis) seperti
kertas, pita plastik dan sebagainya. Dari segi jenis motif yang digunakan
dikenal nama-nama motif anyam mata itik, mata kebo, hujan gerimis, daun asam,
katuncar mawur, dsb. Hasil kegiatan anyam dapat berbentuk anyaman datar maupun
anyaman bentuk benda. Kegiatan kerajinan anyam di sekolah dasar dapat dilakukan
pada jenjang kelas atas (kelas IV – VI). Pada umumnya kegiatan anyam pada
jenjang pendidikan sekolah dasar ini banyak berupa anyam datar, mengngat
kemampuan siswa masih terbatas. Selain tiu bahan yang dapat digunakan juga
disesuaikan dengan bahan-bahan yang tersedia abaik bahan baku yang berasal dari
alam maupun bahan baku buatan yang sudah dijual di masyarakat. Untuk memudahkan
kita mengajarkan menganyam, maka terlebih dahulu kita harus memberikan
pengertian dan penjelasan secara teori maupun secara praktek kepada siswa yang
berkaitan dengan keterampilan ini. Agar tidak bersifat verbalisme, kita dapat
mengenalkan motif-motif yang dapat dikerjakan yang disesuaikan dengan kemampuan
anak.